Keberadaan Pengacara Publik Jangan Dianggap Remeh

Posted on August 17, 2009. Filed under: Files | Tags: |

[24/10/03]

Banyak khasanah hukum baru di Indonesia muncul berkat dorongan perjuangan para pengacara publik. Tetapi kenapa Undang-Undang Advokat tidak mengakui eksistensi mereka

Puluhan mungkin ratusan pengacara yang selama ini lebih banyak berkiprah di ranah publik dan hak asasi manusia sedang menanti kepastian. Persamaan nasib mempersatukan mereka ke dalam Koalisi Advokat Publik dan HAM (KAP-HAM). Koalisi ini meliputi 13 organisasi yaitu LBH Jakarta, Perhimpunan Pembela Publik Indonesia, Serikat Pengacara Rakyat (SPR), PBHI, APHI, Kontras, PAHAM, YLKI, LBH APIK, LBH Rakyat Jabotabek, LBH Pers, LPHAM, dan Solidaritas Nusa Bangsa (SNB).

Menurut Frans Hendra Winarta, advokat yang juga anggota Komisi Hukum Nasional berpendapat para pengacara semacam itu sebaiknya tidak perlu dipersulit dengan perizinan. Kecuali jika mereka akan melakukan praktek litigasi secara partikulir. “Bantuan hukum yang mereka berikan banyak membantu orang miskin, ujar Frans.

Jadi, lanjut Frans, mereka sebaiknya dikecualikan karena posisi mereka sebagai pembela (kepentingan) umum. Apalagi kontribusi mereka membantu masyarakat di bidang advokasi hukum tidak bisa dianggap remeh.

Ironisnya, ketidakjelasan posisi para pengacara publik dalam Undang-undang Advokat berbanding terbalik dengan kiprah mereka torehkan selama ini sebagai pendamping orang-orang kecil.  Undang-undang No.18/2003 sama sekali tidak menyinggung-nyinggung soal keberadaan pengacara publik.

Menambah khasanah

Padahal, patut dicatat, berkat kegigihan merekalah banyak hal baru dalam khasanah hukum di Indonesia seperti class action, legal standing dan citizen law suit. Ketiga upaya hukum tersebut selama ini justeru lebih banyak dilakukan oleh para pengacara publik dibanding pengacara yang jelas-jelas berorientasi profit.

Sebut misalnya kegigihan LBH Pers, salah satu anggota KAP-HAM mengajukan gugatan secara legal standing. Para pengacara publik yang tergabung dalam LBH Pers membantu Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengajukan gugatan terhadap Kapolri meskipun perundang-undangan Indonesia baru mengakui legal standing di bidang lingkungan, konsumen dan kehutanan. Dan upaya mereka berhasil, PN Jakarta Pusat mengakui legal standing AJI.

Di bidang class action, Serikat Pengacara Rakyat (SPR) beberapa kali mengajukan gugatan, meskipun selalu kandas di tengah jalan. Demikian pula langkah YLKI yang pernah mengajukan gugatan class action atas kecelakaan kereta api di Brebes.

Sumbangsih yang tak kalah menariknya adalah yang dilakukan para pengacara publik yang tergabung dalam Tim Advokasi Tragedi Nunukan (TATN). Mereka mengajukan gugatan dengan model citizen law suit (CLS), padahal model gugatan demikian sama sekali belum dikenal dalam sistem hukum Indonesia. Meskipun belum ada putusan inkracht atas penerimaan model CLS ini, yang pasti langkah TATN kemudian diikuti oleh kantor pengacara Remy & Darus saat menggugat divestasi Indosat ke PN Jakarta Pusat.

M. Choirul Anam, aktivis Human Rights Working Group yang ikut tergabung dalam TATN, termasuk orang yang mendapat kesan bahwa pembuat undang-undang mengabaikan peran pengacara publik. Ia melihat Undang-undang Advokat tidak lebih sebagai alat untuk melindungi monopoli profesi yang dilakukan oleh segelintir orang, dengan mengabaikan peran yang lain. “Masak kami mau disamakan dengan pengacara privat yang berorientasi keuntungan,” ujarnya.

Lambok Gultom, pengacara publik dari APHI, menilai Undang-Undang Advokat membuat KKAI seperti menjadi kaku. Kebijakan yang diambil justeru meresahkan kalangan pengacara sendiri. Lambock berharap selama dua tahun ini akan ada perubahan di dalam Undang-undang Advokat. “Bagaimanapun, pengacara publik pun harus diakui sebagaimana pengacara yang lain,” ujarnya.

http://hukumonline.com/detail.asp?id=9039&cl=Berita

Advertisements

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • In the name of Palestinian

  • Bahasa

  • URGENT ACTION!!!

    FREE PALESTINE, END ISRAELI AGGRESSION NOW! BRING ISRAEL AND IT'S ALLY TO INTERNATIONAL COURT
  • DUKUNG PEMILU 2009 YANG BERKUALITAS

    Sesungguhnya iklan politik hanyalah iklan yang tentunya pasti manis bahkan menyentuh, oleh karena itu [1] Jangan percaya iklan tapi lihat rekam jejak partai dan politisinya. [2]. WASPADA Janji Palsu Partai dan Politisi dengan Logika dan Retorika menjual penderitaan rakyat. [3]. Tidak Pilih Partai dan Politisi pelanggar HAM, korup, suka dengan kekerasan dan tidak peduli aspirasi rakyat.
  • Just Foreign Policy Iraqi Death Estimator
  • Gaza Massacre

    Gaza Carnage Counter
  • Files

  • Calendar

    August 2009
    M T W T F S S
    « Mar    
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Categories

  • Blog Stats

    • 3,891 hits

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: